PROFIL LEMBAGA
Pondok Pesantren As'adiyah
Pusat Sengkang - Berdiri 1930 | 320 Cabang Nusantara
Sejarah Singkat 1930 - Sekarang
Pondok Pesantren As’adiyah didirikan oleh Al-Alimu Al-Allamah Anre Gurutta K.H. Muhammad As’ad Al-Bugisi (lahir di Mekkah 1902 - wafat di Sengkang 1952).
Awalnya hanya pengajian halaqah (Mangaji Tudang). Pada Mei 1930 dikembangkan menjadi lembaga klasikal di Masjid Jami’ Sengkang dengan nama Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI) sekaligus menerima santri tahfidz Al-Qur’an. Dibantu ulama Arab Saudi seperti Syekh Mahmud Abdul Jawwad Al-Madany, Sayyid Ahmad Al-Afifi Al-Misry, Sayyid Sulaeman dan Syekh H. Muhammad Ya’la. Periode awal membina Ibtidaiyah 4 Tahun, Tsanawiyah 3 Tahun, dan kelas khusus Pengkaderan Ulama.
Muktamar XV 2022 menetapkan pimpinan baru AG. Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Saat ini membina pendidikan dari PAUD hingga Perguruan Tinggi dan mulai TP 2023/2024 menerapkan Penerimaan Santri Baru terintegrasi di bawah pimpinan pusat.
Visi
Terwujudnya As’adiyah sebagai Pondok Pesantren yang Unggul di Bidang Pendidikan, Dakwah dan Pemberdayaan.
Motto
“Unggul dalam Pendidikan, Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat”
II Estafet Kepemimpinan
Misi, Tujuan & Kebijakan Mutu
Misi:
Tujuan & Mutu:
Memelihara dan mengembangkan ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah bermazhab Syafii guna melahirkan lulusan berilmu, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta bertanggung jawab pada pembangunan agama, bangsa dan Negara RI.