MAS As’adiyah Putri Sengkang Gelar Peringatan Maulid Nabi, Tekankan Ilmu, Prestasi, dan Akhlak
Media Center As’adiyah — Madrasah Aliyah Swasta (MAS) As’adiyah Putri Pusat Sengkang menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. 1448 H/2026 M di Aula Bumpes Kampus II Lapongkoda, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meniti Jejak Rasulullah: Menyemai Ilmu, Mengukir Prestasi, Menjadi Muslimah Berakhlak Mulia.”
Peringatan Maulid diikuti keluarga besar MAS As’adiyah Putri Sengkang, mulai dari kepala madrasah, guru, pembina, wali kelas, hingga para santriwati. Kegiatan tersebut diisi dengan hikmah Maulid yang disampaikan Rektor Universitas Islam As’adiyah (UNISAD), Gurutta Dr. Indo Santalia, M.Ag.
Dalam sambutannya, Kepala MAS As’adiyah Putri Pusat Sengkang, Gurutta Zuheriyah R., S.HI., menyampaikan bahwa peringatan Maulid menjadi momentum bagi para santri untuk meneladani akhlak Rasulullah saw. dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga peringatan Maulid ini, kecintaan kita kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam semakin tumbuh bukan hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam akhlak, keteladanan, dan perilaku kita sehari-hari,” ujar Gurutta.
Selain hikmah Maulid, rangkaian kegiatan juga diisi dengan lomba male atau hias telur yang diikuti santriwati kelas X hingga XII. Menurut Gurutta Zuheriyah, kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong kreativitas sekaligus membangun kebersamaan di antara para santri.
“Ini bukan sekadar perlombaan untuk melihat siapa yang paling indah hiasannya, tetapi menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, kebersamaan, gotong royong, kolaborasi, dan kecintaan santriwati terhadap tradisi dan syiar Islam,” kata Gurutta.
Dalam penyampaian hikmah Maulid, Gurutta Dr. Indo Santalia mengajak para santriwati menelusuri keteladanan Rasulullah saw. melalui tiga hal yang sejalan dengan tema kegiatan, yakni semangat menuntut ilmu, mengukir prestasi, dan menjadi muslimah yang berakhlak mulia.
Gurutta menekankan pentingnya pendidikan bagi perempuan. Menurut Gurutta, usia para santriwati merupakan masa untuk belajar dan mempersiapkan masa depan sehingga mereka perlu mendapatkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.
Gurutta Dr. Indo Santalia juga mengingatkan agar para santriwati tidak menghentikan pendidikan hanya karena adanya dorongan untuk menikah pada usia sekolah. Gurutta mendorong para guru, pembina, dan orang tua untuk memberikan kesempatan kepada anak perempuan melanjutkan pendidikan sesuai cita-citanya.
“Kalau anak perempuan kita itu mau sekolah, jangan pernah dihambat. Justru harus didorong,” tegas Gurutta.
Dalam uraiannya, Gurutta Dr. Indo Santalia mengaitkan semangat menuntut ilmu dengan wahyu pertama yang diterima Rasulullah saw., yakni perintah iqra’ dalam Surah Al-‘Alaq. Ia mengajak para santriwati untuk tidak hanya membaca buku, tetapi juga membaca lingkungan, pengalaman, dan diri sendiri sebagai bagian dari proses belajar.
Gurutta juga mengangkat sejumlah tokoh perempuan pada masa Rasulullah saw. sebagai contoh keteladanan. Aisyah r.a. disebut sebagai sosok yang dikenal memiliki keluasan ilmu, Khadijah binti Khuwailid sebagai saudagar yang berhasil dalam bidang perdagangan, Nusaibah binti Ka’ab sebagai figur yang menunjukkan keberanian, serta Asma binti Abu Bakar sebagai sosok yang berperan dalam mendukung perjuangan Rasulullah saw. pada masa awal Islam.
Menurut Gurutta Dr. Indo Santalia, kisah-kisah tersebut menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi, sosial, dan perjuangan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut kemudian dikaitkan dengan kegiatan lomba male yang ditampilkan para santriwati. Beragam kreasi yang ditampilkan dinilai mencerminkan kemampuan mereka dalam berimajinasi, bekerja sama, dan menghasilkan karya secara berkelompok.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. di MAS As’adiyah Putri Sengkang pun diarahkan tidak berhenti pada kegiatan peringatan. Nilai-nilai yang disampaikan diharapkan dapat diterapkan para santriwati melalui semangat belajar, pencapaian prestasi, kerja sama, serta pembentukan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.(nm)
