MORA The Air Funds Ma'had Aly As'adiyah, Menelisik Strategi Tiga Ma'had Aly Jatim Menghidupkan Kitab Kuning di Era Modern

Jo
Global Administrator
Jumat, 24 Juli 2026 | 0x
MORA The Air Funds Ma'had Aly As'adiyah, Menelisik Strategi Tiga Ma'had Aly Jatim Menghidupkan Kitab Kuning di Era Modern
Jombang, Kediri, Situbondo — Di tengah pesatnya perubahan zaman dan kompleksitas persoalan modern, tradisi keilmuan pesantren terbukti tidak tinggal diam. Tim 2 MORA The Air Funds Ma'had Aly As'adiyah, KM. Marlinda, S.Pd., M.Ag. dan KM. Sri Wahyuni, S.Ag. menyambangi Tiga Ma’had Aly terkemuka di Jawa Timur—Tebuireng, Lirboyo, dan Situbondo. Ketiga Ma'had Aly ini menunjukkan bagaimana kitab kuning sebagai khazanah klasik tetap hidup dan relevan melalui proses kontekstualisasi yang dinamis.   ​Bagi Ma'had Aly yang selevel dengan perguruan tinggi ini, kontekstualisasi bukan sekadar tren baru, melainkan keniscayaan sejarah. Teks-teks klasik yang lahir pada ruang dan waktu tertentu kini dibaca kembali untuk menjawab persoalan kontemporer tanpa kehilangan pijakan tradisinya. ​Ma’had Aly Tebuireng: Melanjutkan Teladan Masyaikh dan Pengabdian Masyarakat ​Di Ma’had Aly Tebuireng, tradisi mendudukkan teks klasik dalam konteks zaman sudah diwariskan oleh para masyaikh yang dahulu aktif berjuang dalam politik kebangsaan. Spirit ini kini diterjemahkan secara struktural ke dalam kurikulum pendidikan, diajarkan oleh para dosen, dan dihidupkan oleh mahasantri. ​Garda depan kontekstualisasi ini terletak pada forum bahtsul masā’il, sebuah ruang diskusi intensif yang membedah isu-isu hangat dengan paradigma kitab kuning. Tak berhenti di menara gading, para mahasantri juga membawa hasil pemikiran ini langsung ke tengah masyarakat melalui pengajian interaktif dan sesi dialog terbuka. ​Ma’had Aly Lirboyo: Dari Ruang Kelas hingga Melahirkan Karya Ilmiah.

​Ma’had Aly Lirboyo melihat bahwa kontekstualisasi sebenarnya adalah inti dari tradisi intelektual Islam itu sendiri. Kehadiran kitab-kitab syarḥ (penjelasan) sepanjang sejarah menjadi bukti sahih bahwa para ulama terdahulu selalu memperbarui makna teks sesuai tantangan zamannya.

​Di Lirboyo, nalar kritis mahasantri diasah melalui pembekalan ilmu-ilmu pendukung di kelas serta forum bahtsul masā’il. Menariknya, gagasan yang lahir tidak berhenti sebagai wacana lisan. Ma’had Aly Lirboyo aktif mengabadikan pemikiran tersebut ke dalam karya literasi yang dapat diakses publik, seperti buku Fikih Kebangsaan, karya kolaboratif angkatan, hingga artikel digital.

Ma’had Aly Situbondo: Inovasi Digital dan Respon Cepat Isu Sosial

​Sementara itu, Ma’had Aly Situbondo menegaskan perannya untuk berada di garis terdepan dalam merespons dinamika keagamaan dan sosial. Inovasi menonjol terlihat dari pemanfaatan teknologi digital melalui layanan berbasis website.

​Lewat platform ini, masyarakat luas dapat mengajukan pertanyaan hukum maupun isu sosial-keagamaan secara langsung. Masukan tersebut kemudian dibahas secara mendalam dalam forum bahtsul masā’il. Selain itu, mahasantri didorong untuk memproduksi analisis tertulis yang menautkan teks klasik dengan isu-isu hangat, menjadikan tradisi pesantren semakin dekat dengan kebutuhan publik modern.

Langkah yang diambil oleh Tebuireng, Lirboyo, dan Situbondo membuktikan bahwa kitab kuning bukanlah dokumen statis dari masa lalu. Melalui kombinasi kurikulum yang adaptif, publikasi ilmiah, dan pemanfaatan teknologi digital, Ma’had Aly berhasil menjembatani keagungan tradisi keilmuan Islam dengan realitas kehidupan modern. (Sd)

Agenda
Rapat Tindak Lanjuti PP Nomor 49 Tahun 2020
01-10-2021 - 01-10-2021
Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga
Gelar Rapat Persiapan Pengadaan Barang dan Jasa TA 2021
11-09-2021 - 11-09-2021
Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga
Pembahasan Verifikasi Usulan Rencana Kerja dan Anggaran TA 2021
12-09-2021 - 13-09-2021
Kantor Dinas BKD Keuangan Kab. Lembata
Bimtek Pengelolaan Website Dinas Versi terbaru
09-09-2021 - 10-09-2021
Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga
Infografis